Selasa, 26 April 2016

curhatan anak pinggiran bandara

 santunan para jompo kp. rawa jati RT 002/014 desa rawa rengas



Setelah berpuluh-puluh tahun tinggal di sekitar pinggiran bandara, akhirnya kami masyarakat pinggir bandara menemukan juga sebuah perpisahan yang tidak mudah untuk dilupakan, yakni penggusuran yang akan segera berlangsung.

Dalam waktu dekat kami akan mengalami hal yang akan menciptakan kenangan-kenangan yang tak mudah untuk dilupakan, dari kecil hingga dewasa.
pahit dan manis nya kehidupan yang pernah kami alami kini takkan tercipta lagi di pinggiran bandara soetta. meski pun belum berlangsungnya penggusuran, sudah nampak kesedihan-kesedihan dari wajah pribumi, begitu pun dari saya pribadi.

Mungkin kata menolak tidak akan berlaku terhadap apa yang sudah di tetapkan oleh pemerintah, tapi setidaknya kami berharap agar pemerintah memberi jalan keluar untuk kami dalam menghadapi setelah penggusuran, entah itu pembayaran ganti rugi tanah dan bangunan, pekerjaan yang mungkin belum sebagian dari kami yang belum memiliki, dan pemberhentian kerja karena mungkin perpindahan yang sangat jauh dari tempat kerja sebelumnya, jaminan kehidupan layak bagi kami yang tidak memiliki hak tanah dan bingung harus bagaimana setelah tinggal dari pinggiran bandara, dan yang paling berharga yaitu nilai histori yang sangat tinggi yang mungkin menjadi kegelisaan di dalam masyarakat.

Senyum yang terpancar dari masyarakat begitu usam, karena berat dengan apa yang akan kami tinggalkan. rumah, lingkungan, teman-teman, dan kebiasaan yang lucu yang tidak akan tercipta lagi di sini.

Kami berharap sangat agar pemerintah benar-benar memberikan jaminan kehidupan yang layak untuk kami semua, karena dengan hidup layak kami bisa menciptakan kembali hal-hal unik dan apa yang pernah kami lakukan disini, untuk membawanya kepada kampung yang akan kami tempati kelak.


Salam kami.

penduduk pinggir bandara soetta tangerang.